TKA Kimia mengukur kemampuan murid dalam penguasaan konsep kimia, menerapkan konsep kimia dalam penyelesaian permasalahan kimia, serta melakukan analisis pada permasalahan kimia yang terkait dengan materi kimia dalam kehidupan sehari-hari.
TKA Kimia disusun berdasarkan materi kimia esensial pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, mencakup 4 elemen. Konteks soal meliputi penyelidikan ilmiah, fenomena kimia sehari-hari, permasalahan lingkungan, dan proses industri.
| Elemen | Sub-elemen | Cakupan / Batasan |
|---|---|---|
| Kimia Dasar | Struktur Atom dan Ikatan Kimia | Konfigurasi elektron, kulit atom, elektron valensi, kestabilan elektron, geometri molekul (VSEPR & Teori Domain Elektron), ikatan ion, kovalen, kovalen koordinasi, ikatan logam, gaya antar molekul. |
| Stoikiometri | Konsep mol, Hukum Proust, Hukum Avogadro, Hukum Gas, Hukum Kekekalan Massa; penentuan rumus empiris/molekul, massa molar, kadar zat, penyetaraan, pereaksi pembatas, rendemen. | |
| Kimia Organik | Struktur dan Sifat Hidrokarbon | Senyawa hidrokarbon: alkana, alkena, dan alkuna. |
| Kimia Analitik | Larutan dan Sifatnya | Konsentrasi larutan (molar, normal, molal, fraksi mol, persen), daya hantar listrik (elektrolit/non elektrolit), sifat koligatif (kenaikan titik didih, penurunan titik beku, penurunan tekanan uap, tekanan osmosis). |
| Kesetimbangan dalam Larutan Berair | pH asam-basa kuat/lemah, larutan penyangga, hidrolisis garam, titrasi asam basa, kesetimbangan kelarutan senyawa sukar larut. | |
| Kimia Fisik | Elektrokimia | Konsep reduksi & oksidasi, sel elektrokimia dan penerapannya. |
| Energetika | Kalorimetri, Hukum Hess, entalpi reaksi standar, energi disosiasi ikatan. | |
| Dinamika | Laju reaksi dan faktor yang mempengaruhinya, kesetimbangan dinamis. |
Kemampuan kimia diukur pada tiga level kognitif:
Pengetahuan dan pemahaman dasar tentang konsep kimia — mengenali fakta, hubungan, dan konsep; menjelaskan sifat, struktur, proses, atau fenomena kimia secara rinci; memberikan contoh fenomena, kegunaan, atau kerugian suatu materi/proses kimia dalam kehidupan sehari-hari.
Menerapkan pengetahuan tentang fakta, hubungan, proses, konsep, dan metode ilmiah dalam menyelesaikan masalah sesuai konteks — membandingkan/mengklasifikasikan zat atau proses kimia berdasarkan sifatnya, serta menginterpretasikan model, informasi tekstual, tabular, gambar, dan grafis termasuk perhitungan kimia.
Menganalisis permasalahan kimia dan menunjukkan penalaran terkait konsep kimia yang relevan dan terintegrasi — memprediksi hasil, mengevaluasi, merancang eksperimen dan menguji hipotesis, menghubungkan variabel, mengaplikasikan prinsip ilmiah, menarik kesimpulan, menggeneralisasi, dan memberikan penjelasan disertai bukti.
4 contoh soal resmi berikut dikutip dari Lampiran IV Peraturan Kepala BSKAP Kemendikdasmen No. 045/H/AN/2025 tentang Kerangka Asesmen TKA.
Sekelompok peneliti kimia lingkungan sedang meneliti kandungan bahan organik dalam limbah cair industri makanan. Mereka berhasil memurnikan satu senyawa organik utama, yang diketahui hanya tersusun atas unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Dari hasil uji laboratorium, senyawa tersebut memiliki komposisi massa: 40% karbon, 6,7% hidrogen, dan sisanya oksigen. Melalui spektrometri massa, diketahui bahwa massa molar senyawa tersebut adalah 180 g/mol. Mereka menyimpulkan bahwa rumus empiris dan rumus molekul senyawa itu adalah CH₂O. Apakah kesimpulan tersebut benar? (Ar C=12; H=1; dan O=16)
Suatu reaksi asam basa dapat didasarkan pada beberapa teori, yaitu teori asam basa Arrhenius, Bronsted-Lowry, dan Lewis. Perhatikan reaksi berikut: H₂PO₄− + H₂O → HPO₄2− + H₃O+. Berdasarkan reaksi tersebut, pernyataan yang benar mengenai reaksi asam basa berdasarkan teori Bronsted-Lowry adalah…
Minyak bumi terdiri atas ribuan senyawa hidrokarbon yang sebagian besar bersifat nonpolar dan memiliki titik didih yang berbeda-beda. Proses distilasi fraksional digunakan untuk memisahkan hidrokarbon berdasarkan titik didihnya. Perbedaan titik didih ini tidak hanya ditentukan oleh massa molekul, tetapi juga bentuk molekul, karena bentuk molekul memengaruhi gaya Van der Waals antar molekul. Berdasarkan informasi tersebut, tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pernyataan mengenai titik didih dari isomer-isomer hidrokarbon berikut!
| Pernyataan | Kunci |
|---|---|
| Titik didih n-butana lebih besar dari titik didih 2-metil-propana. | Tepat |
| Titik didih 2,2-dimetil-propana lebih besar dari titik didih 2-metil-butana. | Tidak Tepat |
| Titik didih n-heksana lebih besar dari titik didih 3-metil-pentana. | Tepat |
Produksi H₂SO₄ dilakukan melalui proses kontak yang berlangsung melalui reaksi kesetimbangan berikut: 2SO₂(g) + O₂(g) ⇌ 2SO₃(g), ΔH = −197 kJ mol−1. Untuk meningkatkan produksi H₂SO₄ dapat dilakukan dengan memanfaatkan reaksi kesetimbangan yang terjadi. Pernyataan mana saja yang menunjukkan upaya yang dapat dilakukan untuk mendapatkan SO₃ sebanyak-banyaknya? Jawaban benar lebih dari satu.
Kerjakan tryout Kimia paket 1 secara gratis, lengkap dengan skor dan pembahasan.
Coba Tryout Kimia →