Sebagaimana TKA Bahasa Indonesia wajib, mata uji ini juga difokuskan pada keterampilan membaca — dengan teks yang lebih kompleks dan mencakup ranah akademik, dunia kerja, serta sastra.
Keterampilan membaca diujikan pada teks informasi (tunggal maupun jamak) serta teks fiksi, dengan tingkat kompleksitas lebih tinggi dari versi wajib:
Panjang teks 300–350 kata (kecuali teks puisi).
Sama seperti versi wajib, aspek yang diukur dikelompokkan ke dalam tiga kompetensi, dengan subkompetensi yang lebih menekankan konteks akademik, dunia kerja, dan sastra:
6 contoh soal resmi berikut dikutip dari Lampiran IV Peraturan Kepala BSKAP Kemendikdasmen No. 045/H/AN/2025 tentang Kerangka Asesmen TKA.
Teks untuk soal 1 s.d. 3 — Proposal Kegiatan: Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Meningkatkan Daya Saing UKM Pangan Lokal
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), khususnya di sektor pangan lokal. Berdasarkan survei Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Barat pada 2023, hanya 35% UKM pangan yang aktif menggunakan platform digital untuk pemasaran.
Seiring meningkatnya penggunaan internet, konsumen semakin bergeser ke transaksi daring. Oleh karena itu, kami mengajukan program pelatihan bertema “Digitalisasi UKM Pangan Lokal” yang bertujuan meningkatkan literasi digital, pemahaman e-commerce, serta keterampilan penggunaan dompet digital dan media sosial sebagai sarana promosi.
Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai transaksi e-commerce Indonesia pada 2022 mencapai Rp476 triliun, 60% didominasi produk konsumsi rumah tangga termasuk pangan — menunjukkan kebutuhan peningkatan kapasitas pelaku UKM dalam mengakses ekosistem digital.
Sumber: www.pusedi.or.id/ecommerce-ukm2022, dengan penyesuaian oleh penulis soal
Dari pernyataan-pernyataan berikut, manakah yang mengungkapkan kesesuaian antara usulan program dan data pendukung sesuai teks proposal? Tentukan Sesuai atau Tidak Sesuai untuk setiap pernyataan!
| Usulan Program & Data Pendukung | Kunci |
|---|---|
| Usulan: Mengajukan program pelatihan digitalisasi bagi 100 pelaku UKM di tiga kabupaten. Data: Hanya 35% UKM pangan aktif menggunakan platform digital. | Sesuai |
| Usulan: Mengusulkan pelatihan e-commerce, promosi digital, dan penggunaan dompet digital. Data: Nilai transaksi e-commerce nasional Rp476 triliun, didominasi produk konsumsi termasuk pangan. | Sesuai |
| Usulan: Meminta Kementerian turun langsung ke lapangan sebelum menyetujui usulan. Data: Survei sudah menunjukkan kebutuhan pelatihan tanpa menyebut perlunya kunjungan langsung kementerian. | Tidak Sesuai |
Hubungan koherensi antara paragraf ke-2 dan ke-3 adalah…
Berdasarkan teks, manakah argumen yang logis? Tentukan Logis atau Tidak Logis untuk setiap argumen berikut!
| Argumen | Kunci |
|---|---|
| Program pelatihan penting karena teknologi digital pasti memperluas jejaring. | Tidak Logis |
| Digitalisasi dapat membantu UKM mengurangi biaya dan memperluas pasar. | Logis |
| Usulan program didasarkan pada data survei dan kebutuhan nyata di lapangan. | Logis |
Kutipan puisi untuk soal 4 s.d. 6 — “Huesca”
Puisi “Huesca” karya John Cornford, diterjemahkan oleh Chairil Anwar
“di batu penghabisan ke Huesca / batas terakhir dari kebanggaan kita”
Makna kiasan batu penghabisan dan batas terakhir memperjelas kondisi yang dialami aku lirik (penyair) tentang…
“angin bangkit ketika senja / ngingatkan musim gugur akan tiba”
Makna citraan penglihatan ketika senja dan musim gugur mengkonkretkan gagasan penyair tentang…
“angin bangkit ketika senja / ngingatkan musim gugur akan tiba / aku cemas bisa kehilangan kau / aku cemas pada kecemasanku sendiri”
Suasana hati yang muncul setelah membaca bait puisi tersebut adalah…
Kerjakan tryout Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut paket 1 secara gratis, lengkap dengan skor dan pembahasan.
Coba Tryout →