TKA Antropologi memberikan gambaran holistik mengenai kemampuan murid dalam memahami, menganalisis, dan mengaplikasikan antropologi sebagai disiplin keilmuan — baik aspek konseptual maupun praktis dalam menerapkan metode dan cara berpikir antropologis untuk menganalisis problematika sosial dan budaya.
Materi TKA Antropologi merupakan irisan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, mencakup 6 elemen berikut.
| Elemen |
|---|
| Pengantar dan Ruang Lingkup Antropologi |
| Etnografi |
| Masyarakat Multikultural |
| Perubahan Sosial Budaya |
| Antropologi Sosial dan Antropologi Budaya |
| Kearifan Lokal dan Tradisi Lisan |
Kemampuan Antropologi diukur pada tiga level kognitif:
Mengenali, mengingat, dan memahami konsep-konsep dasar dalam Antropologi, seperti kebudayaan, sistem sosial, etnografi, dan perubahan budaya.
Menerapkan konsep dalam menganalisis fenomena sosial budaya — menghubungkan teori dengan realitas, mengidentifikasi pola dalam kehidupan masyarakat, serta membandingkan kebudayaan yang berbeda. Level ini erat kaitannya dengan materi etnografi dalam penelitian antropologi.
Merefleksi dan mengevaluasi berbagai teori dan perspektif antropologi secara kritis serta menyusun pemikiran baru berdasarkan analisis yang dilakukan — menghasilkan sintesis dari berbagai konsep atau membuat interpretasi baru mengenai suatu fenomena budaya.
5 contoh soal resmi berikut dikutip dari Lampiran IV Peraturan Kepala BSKAP Kemendikdasmen No. 045/H/AN/2025 tentang Kerangka Asesmen TKA.
Seorang murid melakukan observasi terhadap komunitas adat yang masih melakukan ritual panen secara turun-temurun. Komunitas tersebut juga menolak teknologi pertanian modern karena dianggap mengganggu keseimbangan alam dan leluhur. Manakah dari pernyataan berikut yang mencerminkan penerapan prinsip-prinsip dasar Antropologi yang dapat diterapkan oleh murid tersebut? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pernyataan berikut!
| Pernyataan | Kunci |
|---|---|
| Menghargai sistem kepercayaan komunitas sebagai bagian dari pandangan dunia mereka. | Tepat |
| Menilai bahwa komunitas tersebut bersifat tradisional karena tidak mengikuti kemajuan zaman. | Tidak Tepat |
| Menggunakan pendekatan holistik untuk memahami hubungan antara ritual dan sistem kepercayaan mereka. | Tepat |
Buku etnografi dengan judul Tempat Terbaik di Dunia mengisahkan kehidupan sehari-hari warga yang tinggal di kolong jembatan Jakarta, sebuah komunitas marginal yang kerap luput dari perhatian publik. Penulis buku tersebut, Roanne van Voorst, seorang antropolog asal Belanda, tinggal bersama komunitas ini selama beberapa waktu sebagai bagian dari penelitian lapangannya. Melalui pendekatan partisipatif dan observasi mendalam, Roanne merekam dinamika sosial, cara bertahan hidup, nilai kekeluargaan, solidaritas, serta harapan-harapan yang tumbuh di tengah kemiskinan ekstrem. Penelitian sebagaimana dijelaskan di atas merupakan jenis penelitian etnografis. Manakah dari pernyataan berikut yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar penelitian tersebut? Jawaban benar lebih dari satu.
Masyarakat multikultural terdiri atas beragam suku, ras, agama, dan budaya, seperti masyarakat Indonesia yang dikenal kaya akan keberagaman. Manakah contoh penerapan keberagaman masyarakat multikultural yang tepat dalam kehidupan sehari-hari?
Di sebuah desa adat di Bali, masyarakat secara turun-temurun menjalankan tradisi Subak, yaitu sistem irigasi berbasis komunitas yang mengatur pembagian air untuk sawah secara adil. Sistem ini juga mengandung nilai spiritual karena melibatkan upacara dan koordinasi antar kelompok petani. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul tantangan: lahan pertanian banyak dijual untuk pembangunan vila, anak muda tidak lagi tertarik bertani, dan sistem teknologi irigasi modern perlahan menggantikan peran tradisional Subak. Berdasarkan cerita tersebut, tentukan Sesuai atau Tidak Sesuai untuk setiap pernyataan berikut yang menggambarkan fungsi kearifan lokal dalam masyarakat!
| Pernyataan | Kunci |
|---|---|
| Alih fungsi lahan dan pembangunan vila menunjukkan tantangan kearifan lokal sebagai dampak pariwisata. | Sesuai |
| Resistensi anak muda terhadap sistem Subak merupakan bentuk pelestarian budaya sebagai bagian kearifan lokal. | Tidak Sesuai |
| Penggantian sistem Subak dengan irigasi modern dapat mengikis nilai-nilai kolektivitas dalam masyarakat. | Sesuai |
Di Desa Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur, masyarakat masih mempertahankan bentuk rumah adat Mbaru Niang dan sistem gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menghadapi arus pariwisata dan modernisasi, pemerintah daerah bekerja sama dengan antropolog untuk menjaga nilai-nilai budaya lokal sambil mengembangkan potensi ekonomi masyarakat. Berdasarkan ilustrasi di atas, manakah yang merupakan bentuk penerapan Antropologi Sosial dan Antropologi Budaya sebagai Antropologi Terapan? Jawaban benar lebih dari satu.
Kerjakan tryout Antropologi paket 1 secara gratis, lengkap dengan skor dan pembahasan.
Coba Tryout Antropologi →